Makanan Beracun Bisa Dikonsumsi lho, Simak Fakta Berikut ini!

Fakta Unik Makanan

Mari mampir ke Indonesia! Negeri yang penuh dengan makanan enak dari berbagai daerah! Dari makanan pinggir jalan yang bikin ngiler sampai masakan khas tiap daerah, semuanya punya rasa unik yang gak bisa dilupakan. Bahan-bahan alami yang dipake bukan cuma bikin nagih, tapi juga bermanfaat buat badan kita kalau dimasak dengan cinta.

Tetapi, tahukah SobatLezat bahwa beberapa makanan lokal Indonesia diolah dari bahan dasar yang mengandung racun sianida? Apakah ini fakta yang benar? Mari kita telusuri ulasan menarik dari ‘Fakta Menarik LezatPedia‘ berikut, yang membahas tentang ‘5 Hidangan Lezat Lokal Indonesia Yang Ternyata Menggunakan Bahan Dasar Racun Sianida, Namun Dapat Aman Dikonsumsi Setelah Diolah.’

1. Lumpia Rebung Semarang

Meskipun dikenal sebagai hidangan khas Kota Semarang, sedikit yang menyadari bahwa kuliner ini sebenarnya hasil harmoni budaya Tionghoa dan Indonesia, loh!

Bahan utama Lumpia Rebung Semarang

Lumpia khas Semarang ini diolah dari rebung dengan tambahan bumbu bawang yang menggugah selera. Teksturnya yang renyah dan lezat terasa begitu nikmat ketika dinikmati dalam keadaan hangat. Lumpia rebung menjadi sajian yang tak boleh SobatLezat lewatkan ketika mengunjungi Kota Semarang. Meskipun memiliki aroma yang kuat, makanan yang telah hadir sejak abad ke-19 ini tetap menjadi favorit di lidah banyak orang.

Lumpia Rebung

Fakta Menarik Rebung

Tahukah SobatLezat? Kandungan racun sianida dalam rebung biasanya berkisar antara 2 hingga 25 miligram per 100 gram rebung. Tapi jangan khawatir, sebelum diolah menjadi lumpia, rebung harus melalui proses merebus, merendam, dan mengering. Nah, setelah itu, rebung siap untuk diolah menjadi hidangan lezat.

2. Rawon

SobatLezat, tahu kah kamu? Rawon adalah hidangan khas Jawa Timur, tepatnya dari Ponorogo. Hidangan ini berupa sup daging dengan kuah hitam yang disertai dengan bumbu rempah khas dari buah picung atau yang biasa disebut Kluwek. Maka tak heran, aroma kuat dan kaya rempah ini yang membedakan rawon dari hidangan lainnya.

Bahan utama Rawon

Tentunya, SobatLezat tahu bahwa rawon umumnya diisi dengan potongan daging sapi yang lembut. Bumbu utama yang membuat rawon begitu istimewa adalah Kluwek. Nah, warna hitam yang khas pada hidangan rawon ini datang dari rempah Kluwek yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Rawon
Rawon

Fakta Menarik Kluwek

Namun, SobatLezat, Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (Seafast) Center, yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University di bawah bimbingan Nuri Andarwulan, telah melakukan penelitian yang menarik. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa biji dan buah picung segar memiliki kandungan senyawa racun sianida yang tinggi, dikenal dengan sebutan sianogenik glikosida, dengan jumlah sekitar 1-2 mg/g. Oleh karena itu, untuk menjadikannya aman untuk dikonsumsi, kluwek harus mengalami proses fermentasi atau perendaman terlebih dahulu. 

Menariknya, setelah diolah dengan benar (biasanya melalui fermentasi atau perendaman), kluwek mengandung banyak nilai gizi yang bermanfaat, dan bahkan riset telah mengindikasikan bahwa kluwek mungkin memiliki kemampuan untuk melawan beberapa penyakit, termasuk kanker.

3. Peuyeum

SobatLezat, tahukah kamu bahwa peyeum pertama kali muncul secara tidak sengaja pada masa penjajahan Belanda di Jawa Barat? Pada saat itu, pasokan beras rakyat disita oleh penjajah, menyebabkan kelaparan yang melanda. Untuk bertahan hidup, masyarakat Jawa Barat akhirnya menggunakan umbi singkong sebagai alternatif beras. Dalam usaha mempertahankan ketersediaan umbi singkong ini, masyarakat melakukan proses fermentasi pada umbi tersebut dengan metode peragian. Hasil dari fermentasi inilah yang akhirnya menghasilkan peyeum, sebuah produk yang dikenal hingga saat ini.

Bahan utama Peuyeum

Seperti yang sudah dijelaskan, peuyeum dibuat dari umbi singkong dengan cara difermentasi menggunakan ragi. Semakin lama difermentasi, peuyeum akan lebih lembut dan rasanya semakin manis. Kalau peuyeum difermentasi lebih lama, hasilnya juga bisa berupa alkohol karena kandungan alkoholnya semakin tinggi seiring lama fermentasinya.

Peuyeum
Peuyeum

Fakta Menarik Singkong

Pada umumnya, kandungan racun sianida dalam singkong bisa bervariasi antara 50 hingga 400 miligram per kilogram (mg/kg) berat singkong segar. Untuk membuatnya aman dikonsumsi, singkong perlu diolah dengan baik: dikupas atau dikikis hingga bersih, kemudian direndam dan direbus sampai matang.

Peuyeum sangat berharga dari segi gizi. Tahukah SobatLezat, salah satunya adalah karena makanan yang difermentasi bisa mendorong pertumbuhan bakteri baik atau probiotik di dalam usus? Ini sangat penting karena pertumbuhan bakteri baik di usus dapat memengaruhi kesehatan usus secara keseluruhan.

4. Keripik Gadung

Apakah kamu tahu? Keripik gadung berasal dari tanaman gadung (Dioscorea hispida densst), yang sayangnya sering terlupakan di Indonesia. Tanaman ini mengharuskan pengolahan yang ahli untuk diubah menjadi keripik lezat. Yang menarik, gadung dapat ditemukan tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia, menambah nilai keberagaman kuliner Indonesia.

Bahan utama Keripik Gadung

Ketahui, SobatLezat, bahan utama yang paling penting dalam pembuatan keripik gadung adalah umbi gadung yang dipilih dengan teliti untuk mendapatkan kualitas dan cita rasa yang terbaik. Kemudian, bumbu alami seperti garam dan minyak sayur ditambahkan, yang menjadikan keripik ini begitu gurih dan renyah di lidah.

Keripik Gadung
Keripik Gadung

Fakta Menarik Umbi Gadung

Ada fakta menarik, SobatLezat! Ternyata, umbi gadung mengandung racun sianida, dengan jumlah sekitar 182,757 mg/kg. Namun, jangan khawatir, ini adalah kandungan sebelum proses pengolahan. Setelah diolah dengan cara yang benar, seperti dikupas, dicuci, direndam selama 2-4 hari, dipotong tipis, dan dijemur hingga kering, umbi gadung dapat menjadi bahan baku yang aman untuk keripik.

Selain itu, gadung memiliki banyak manfaat, seperti kandungan karbohidrat, lemak, dan kalori yang lebih rendah daripada singkong. Menariknya, meskipun begitu, gadung memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan singkong.

5. Tempe Koro Pedang

Pastinya SobatLezat tahu tentang tempe, kan? Tempe sudah menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang selalu menemani hidangan. Makanan ini telah dihasilkan dan dinikmati secara turun-temurun, terutama di daerah Jawa dan sekitarnya. Meskipun mayoritas masyarakat Indonesia lebih mengenal tempe dari kacang kedelai, tahukah SobatLezat bahwa kacang koro juga bisa diolah menjadi tempe?

Bahan utama Tempe Koro Pedang

Tahu tidak, SobatLezat? Bahan pokok dalam tempe Koro Pedang adalah biji kacang koro pedang yang direndam, dikupas kulitnya, dan kemudian difermentasi dengan menggunakan kapang Rhizopus oligosporus.

Tempe Koro
Tempe Koro

Fakta Menarik Tempe Koro Pedang

Tahu gak, SobatLezat? Tempe koro pedang itu menarik banget. Sebelum jadi tempe, kacang koro punya kandungan racun sianida sekitar 11,2 mg/100 g. Tapi jangan khawatir, setelah diolah dengan benar, racun sianida hilang! Caranya adalah dengan merendam, merebus, mengupas kulit, dan fermentasi.

Ada manfaat menarik juga. Kandungan besi yang cukup tinggi bisa bantu produksi hemoglobin dan mencegah anemia. Kalo bicara protein, setiap 100 gram tempe koro pedang ada sekitar 10,2 gram protein. Lumayan tinggi dan baik untuk tubuh kita.

Pengolahan Bahan Makanan Yang Mengandung Racun sianida

SobatLezat! Dari hasil analisis dan penelitian beberapa sumber, memang ada ditemukan kandungan racun sianida alami pada beberapa bahan makanan lokal Indonesia. Ini mungkin mengejutkan, ya? Tapi yang menarik, kemampuan dalam mengolah bahan-bahan ini dengan benar bisa mengurangi kandungan racunnya. Hasilnya, kita tetap bisa menikmati hidangan lokal yang lezat, autentik, sekaligus kaya gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Infografis Bahan Makanan Mengandung Sianida

Ayo, SobatLezat! Mari kita jaga kekayaan makanan lokal Indonesia bersama-sama. Dengan melestarikan dan menghargai masakan asli Indonesia, kita tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga mendukung para petani, penjual, dan pelaku kuliner lokal. Setiap suapan adalah langkah kecil menuju pelestarian kelezatan tradisi kita. Mari bersama-sama menjaga rasa Indonesia tetap hidup dan beragam!

Referensi:
  • https://gaya.tempo.co/read/1486110/kluwek-mengandung-sianida-ini-cara-menghilangkannya
  • https://hukum.uma.ac.id/2021/12/10/jangan-dimakan-begini-tanda-tanda-singkong-yg-beracun/
  • https://sajiansedap.grid.id/read/103580894/belum-banyak-yang-tahu-singkong-bisa-jadi-racun-kalau-diolah-seperti-ini-tolong-ibu-ibu-perhatikan-untuk-jangan-dilakukan
  • https://ejurnal-analiskesehatan.web.id/index.php/JAK/article/view/93
  • https://sajiansedap.grid.id/read/103015222/emak-emak-tolong-perhatikan-kalau-mau-masak-sayur-rebung-jangan-sampai-diolah-seperti-ini-kalau-tak-mau-sekeluarga-masuk-rumah-sakit-ngeri-banget
  • https://akg.fkm.ui.ac.id/si-anak-bambu/
  • https://www.scribd.com/doc/254426274/Keracunan-Rebung
  • https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/9670/SKRIPSI%20-%20ANNISA%20APRILIA%20-%2014612008.pdf
  • https://pgm.persagi.org/index.php/pgm/article/view/224
Total
0
Shares
Previous Article
Sambal Seruit Khas Lampung

5 Fakta Seruit Lampung, Salah Satu Makanan Khas Nusantara

Artikel Berikutnya
Resep Mie Gomak Kuah Khas Medan

5 Fakta Menarik Mie Gomak, Mungkin Belum Diketahui

WE88 Indonesia